Loading...

Ekoteologi untuk Indonesia Berkelanjutan

Diterbitkan pada
24 September 2026 09:37 WIB

Baca

Kerusakan lingkungan di Indonesia tidak cukup dijawab hanya dengan teknologi, regulasi, dan pembangunan infrastruktur. Persoalan ekologis juga berkaitan dengan cara manusia memandang alam dan menempatkan dirinya di dalam ekosistem. Dari sudut pandang Ilmu Lingkungan, ekoteologi menawarkan pendekatan penting karena memadukan kesadaran ekologis dengan nilai moral dan spiritual. Alam tidak hanya dipandang sebagai sumber daya ekonomi, tetapi sebagai bagian dari ciptaan yang harus dijaga, dimanfaatkan secara bijak, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Nilai keagamaan dapat menjadi kekuatan dalam membentuk perilaku ramah lingkungan. Mengurangi sampah, menghemat air dan energi, menjaga keanekaragaman hayati, serta menerapkan pola konsumsi yang bertanggung jawab merupakan contoh sederhana yang dapat dimulai dari individu dan keluarga.

Pada tingkat yang lebih luas, ekoteologi juga dapat mendorong lahirnya kebijakan pembangunan yang memperhatikan daya dukung lingkungan, keadilan ekologis, dan keberlanjutan sumber daya alam. Indonesia membutuhkan pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Karena itu, ekoteologi perlu diimplementasikan melalui pendidikan, riset, kebijakan publik, dan gerakan masyarakat. Menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban ilmiah, melainkan juga tanggung jawab moral untuk memastikan Indonesia tetap layak dihuni secara berkelanjutan.