Loading...

Mahasiswa Ilmu Lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta Presentasikan Gagasan Konservasi Sungai Berbasis Fikih Lingkungan di ICCOLAS 2025

Diterbitkan pada
5 November 2025 11:26 WIB

Baca

Surakarta, 5 November 2025 — Tim mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta yang terdiri dari Malika Adzkiya Maharani, Riski Afansa, dan Queen Rahma Aulia, di bawah bimbingan dosen Ibu Ika Feni Setiyaningrum, M.Sc., berhasil mempresentasikan hasil penelitian inovatif mereka dalam The 5th International Collaboration Conference on Law, Sharia and Society (ICCOLAS) yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta secara daring.

Dalam forum ilmiah berskala internasional ini, tim memaparkan studi berjudul "Community Participation in The Conservation of The Bengawan Solo River Basin (Premulung River): Analysis of Community Knowledge, Awareness, and Perspectives on The Harim Concept." Penelitian tersebut menyoroti kondisi pencemaran berat yang terjadi di Sungai Premulung, salah satu anak sungai Bengawan Solo, akibat limbah domestik dan industri, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan ekosistem sungai.

Sebagai solusi kontekstual, tim peneliti mengusulkan integrasi konsep Harim—zona perlindungan sungai berbasis fikih lingkungan dalam tradisi Islam—ke dalam pendekatan konservasi. Konsep ini tidak hanya menekankan aspek teknis pengelolaan lingkungan, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai spiritual dan etika ekologis yang bersumber dari ajaran Islam.

Ke depan, tim berharap agar konsep Harim dapat diadopsi secara resmi dalam kebijakan dan edukasi lingkungan, didukung oleh pengembangan program pendampingan berbasis komunitas dan agama, serta diperkuat melalui kemitraan strategis antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat. Pendekatan edukatif yang menggabungkan konservasi teknis dengan nilai spiritual ini diharapkan mampu menciptakan model pelestarian sungai yang berkelanjutan, inklusif, dan berakar pada kearifan lokal.

Partisipasi mahasiswa Ilmu Lingkungan dalam ICCOLAS 2025 menjadi bukti nyata kontribusi intelektual muda dalam menjembatani ilmu lingkungan dengan nilai-nilai keislaman, sekaligus memperkuat peran UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai pusat inovasi dan moderasi beragama dalam menjawab tantangan ekologis masa kini.