Loading...

Kuliah Tamu Prodi Ilmu Lingkungan: Strategi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Sektor Sanitasi

Diterbitkan pada
22 Mei 2025 17:00 WIB

Baca

Surakarta, 22 Mei 2025 – Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Strategi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Bidang Sanitasi”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan menghadirkan Ir. Anang B. Setiawan, S.T., M.Sc., pakar pengelolaan sanitasi yang pernah menjabat sebagai spesialis di program USAID IUWASH Tangguh, sebuah inisiatif yang fokus pada peningkatan akses sanitasi dan air bersih di Indonesia.

Dalam paparannya, Ir. Anang B. Setiawan, S.T., M.Sc., menjelaskan bagaimana perubahan iklim berdampak langsung pada sektor sanitasi. Perubahan pola curah hujan yang semakin ekstrem, naiknya temperatur global, dan meningkatnya frekuensi bencana seperti banjir dan kekeringan menyebabkan kerusakan infrastruktur sanitasi, kekurangan air bersih, serta munculnya kembali penyakit berbasis air seperti diare, kolera, dan tifus. Beliau juga menyoroti bahwa kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak lebih terdampak akibat akses sanitasi yang tidak memadai. Sebagai solusi, dipaparkan pendekatan teknologi adaptif seperti DEWATS (Decentralized Wastewater Treatment System) dan BIRU (Biogas Rumah), yang terbukti efektif, berbiaya rendah, serta ramah lingkungan.

Materi yang disampaikan disertai berbagai studi kasus dan contoh aplikatif dari lapangan, seperti penerapan sistem pengolahan limbah skala kecil di kawasan permukiman padat dan pemanfaatan energi alternatif dari limbah domestik. Sesi berlangsung interaktif, dengan mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi dan tanya jawab kritis. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa tentang hubungan erat antara perubahan iklim dan sanitasi, tetapi juga menegaskan pentingnya penerapan strategi mitigasi dan adaptasi dalam perencanaan lingkungan yang berkelanjutan. Kuliah tamu ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana ilmu lingkungan, teknologi tepat guna, dan peran masyarakat lokal dapat bersinergi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya pada sektor kesehatan, air bersih, dan ketahanan iklim.