Loading...

Kuliah Tamu “Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan di Indonesia”: Mahasiswa Ilmu Lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta

Diterbitkan pada
7 Mei 2025 22:50 WIB

Baca

Sukoharjo, 7 Mei 2025 — Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Raden Mas Said Surakarta kembali menggelar kuliah tamu inspiratif dengan tema “Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan di Indonesia”, yang disampaikan oleh Trisno Widodo S.T, M.T, praktisi di bidang perencanaan spasial dan geologi dari Badan Perencanaan Spasial dan Pekerjaan Umum Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Perencanaan dan Pengembangan Regional, yang diikuti oleh mahasiswa semester 4.

Dalam pertemuan tersebut,  membahas secara komprehensif tantangan dan strategi dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang seimbang antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ia menekankan pentingnya pengaturan spasial yang berkelanjutan, terutama dalam konteks perubahan tutupan lahan, konversi lahan pertanian, dan dampaknya terhadap kualitas lingkungan, seperti banjir dan kekeringan.

Melalui studi kasus, termasuk peristiwa banjir di Bekasi, Trisno menunjukkan bagaimana perencanaan tata ruang yang tidak ideal dapat memicu bencana ekologis, serta solusi berbasis ekologi seperti tanggul alami, biopori, dan ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan air. Ia juga menjelaskan teknologi Water Sensitive Urban Design (WSUD) atau desain perkotaan yang sensitif terhadap air, yang mengintegrasikan pengelolaan air ke dalam desain kota untuk keberlanjutan jangka panjang.

“Perencanaan kota yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan mematuhi zonasi; ia harus melibatkan pendekatan ekologis, partisipasi masyarakat, dan efisiensi penggunaan sumber daya,” tegas Trisno di hadapan mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Trisno juga mengulas beberapa topik penting, antara lain:

  • Perencanaan penggunaan lahan yang mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung lingkungan

  • Teknologi eko-drainase dan peran vegetasi dalam pengelolaan limpasan air

  • Tantangan pemenuhan 30% ruang terbuka hijau sesuai amanat kebijakan nasional

  • Pentingnya konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan pemahaman antara wilayah hulu dan hilir

  • Keterbatasan hukum dan tanah negara dalam mendukung realisasi ruang terbuka hijau

  • Pentingnya partisipasi masyarakat dan pemahaman kebijakan spasial yang lebih menyeluruh

Kuliah tamu ini berlangsung interaktif, diakhiri dengan sesi diskusi, post-test, serta penugasan berbasis studi kasus bagi mahasiswa. Kegiatan ini memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap urgensi tata ruang berkelanjutan dan membuka wawasan kritis mereka terhadap peran ilmu lingkungan dalam pembangunan kota yang adaptif dan resilien terhadap perubahan iklim.

Dengan menghadirkan narasumber profesional, Program Studi Ilmu Lingkungan terus berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman belajar berbasis praktik dan kebijakan nyata, sebagai bekal mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam bidang perencanaan dan pengelolaan lingkungan.